Alif Magz

November 15, 2008

ed1Hari ini aku ke pameran Indocomtech ama Indonesian Book fair di JCC ama istri dan aulia. Pas shalat, Istriku dapat dua buah majalah “Alhamdulillah It’s Friday” edisi dua dan lima. Ternyata majalah ini gratis..tis…tis. Beredar setiap hari jumat., diterbitkan oleh Lentera Hati dan Pusat Studi Al Quran.

Penasaran dengan isinya, segera saja kubuka. Ternyata menurutku isinya sangat informatif, keren, membumi, up to date, inspiratif modern dengan tetap bernafaskan Islam. Ada info tentang gadget, konsultasi, shirah, tempat-tempat Islami yang menarik, ide-ide baru, unik dan menggugah inspirasi kita, baik di bidang dakwah, maupun muamalah yang lain.

Kalo penasaran, teman-teman semua bisa membuka di alifmagz.com. Disana kita bisa juga mengunduh semua majalah yang sudah diterbitkan secara gratis. Selain itu, kalo kita gak mau ketinggalan dengan terbitan “alhamdulillah it’s friday” terbaru, kita bisa berlangganan dengan hanya membayar ongkos kirimnya saja

Saya salut dengan adanya majalah Islami ini, sudah gratis, bermanfaat dan Insya Allah Barakah…Amin3x. Saya sarankan juga agar teman-teman setelah mengunduh ataupun memperolehnya bisa menyebarkannya (secara gratis pula) ilmunya maupun majalahnya. Agar keberkahan itu terus mengalir dan bisa bermanfaat bagi kita semua, serta memberikan pengetahuan Islami kepada banyak orang.


Klasifikasi Anggaran di Indonesia

November 8, 2008

Sebelum Reformasi Anggaran

Berdasarkan ICW, format APBN diklasifikasikan berdasarkan sector, tipe pengeluaran (klasifikasi ekonomi) serta berdasarkan organisasi. Klasifikasi sektoral diklasifikasikan ke dalam sector, sub sector, program dan kegiatan. Di dalam klasifikasi ini, terdiri dari 20 sektor dan 50 subsektor. Lalu beberapa program di break-down dari beberapa sector kepada belanja rutin dan belanja modal. Dengan susunan klasifikasi seperti ini, mengakibatkan para stakeholder kesulitan dalam mengukur keberhasilan pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Anggaran Belanja Negara masih memberlakukan pemisahan antara belanja rutin belanja modal (dual budgeting). Belanja rutin negara terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, pembayaran bunga utang, subsidi, dan belanja lain-lain. Tujuan utama pemisahan belanja rutin dan belanja modal/pembangunan ini adalah untuk menekankan pentingnya peranan program pembangunan.

Indonesia menggunakan line-item budgeting dan incremental budgeting system untuk anggaran rutin dan comprehensive programmed budgeting untuk anggaran belanja modal. Dalam pelaksanaannya, system ini menyebabkan duplikasi, overlap dan penyalahgunaan, misalnya dalam belanja pegawai bisa dikategorikan sebagai elemen belanja rutin atau belanja pembangunan.

Pemerintah menyadari bahwa pengelolaan keuangan negara yang dilaksanakan sampai saat ini perlu diadakan penyempurnaan terutama dalam mengatasi kelemahan seperti kurangnya keterkaitan antara perencanaan nasional, penganggaran dan pelaksanaannya. Kemudian kelemahan dalam pelaksanaan penganggaran yang menggunakan line-item budget dimana usulan anggaran didasarkan perubahan tertentu (incremental) atas anggaran sebelumnya. Oleh karena itu, pemerintah merasa harus segera melakukan reformasi pengelolaan keuangan negara agar memenuhi syarat pengelolaan yang transparan, akuntabel, dapat diprediksi/ predictability dan memperhatikan partisipasi.

Setelah Reformasi Keuangan Negara

Sejak tahun 2003, reformasi keuangan negara mencapai babak baru dengan disahkannya Undang-undang nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara. Setelah itu, pada tahun 2004 disahkan beberapa produk perundang-undangan yang merupakan satu kesatuan paket reformasi keuangan negara, diantaranya: UU no. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara; UU no. 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.; serta UU no.25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Munculnya peraturan perundang-undangan ini telah merubah cara pengelolaan keuangan Negara Republik Indonesia.

Dalam UU no 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara, terdapat berbagai perubahan mendasar dalam pengelolaan keuangan Negara, dengan tiga kerangka konseptual utama, yaitu :

1. Penganggaran dengan persepektif jangka menengah (Medium Term Expenditure Framework, MTEF) yang mempunyai jangka waktu penganggaran yang lebih lama,

2. Penerapan penganggaran secara terpadu (Unified Budgeting) yang mengintegrasikan belanja rutin dan belanja modal, dan

3. Penerapan penganggaran berdasarkan kinerja (Performance-Based Budgeting) yang lebih output oriented daripada input oriented.

Implikasi dari reformasi keuangan Negara ini merubah format dan struktur anggaran belanja Negara, yaitu:

1. Pemisahan antara belanja pemerintah pusat dan pemerintah daerah

2. Semua belanja negara yang berhubungan dengan subsidi dan hibah harus dikategorikan sebagai subsidi

3. Semua “belanja lain-lain” yang tersebar di banyak komponen anggaran belanja pusat disatukan satu dalam “belanja lain-lain”.

4. Belanja modal dirubah menjadi format baru dan dibagi ke dalam semua jenis belanja.

Reformasi pengelolaan keuangan negara ini bertujuan untuk:

o Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola belanja negara.

o Meningkatkan keterkaitan antara output dan outcome yang dicapai melalui penganggaran organisasi.

o Menyesuaikan dengan standar klasifikasi yang digunakan secara internasional.

Perbedaan antara format APBN lama dan APBN baru

FORMAT LAMA

FORMAT BARU

Klasifikasi Organisasi

- Tidak dimasukkan dalam Nota Keuangan dan UU APBN, hanya diatur dalam Keppres

Klasifikasi Organisasi

- Daftar pengguna anggaran, termasuk dalam Nota Keuangan dan UU APBN.Daftar itu sama dengan Kementrian/Lembaga (K/L) yang ada

Klasifikasi Sektoral

- Terdiri dari 20 sektor dan 50 subsektor

- Program di break-down dari sub sektor

- Nama program antara belanja rutin dan belanja modal berbeda

Klasifikasi Fungsional

- Terdiri dari 11 fungsi dan 79 subfungsi

- Program di tiap K/L akan dikumpulkan sesuai fungsinya

- Nama program berdasarkan unified budget

Klasifikasi Ekonomi

- Dual Budgeting

- Belanja Negara terdiri dari 6 item (termasuk belanja modal)

Klasifikasi Ekonomi

- Unified Budgeting

- Belanja Negara terdiri dari 8 item

Basis Alokasi

- Sektor, subsektor, dan program

Basis Alokasi

- Alokasi berdasarkan pada program masing-masing K/L

Klasifikasi Anggaran Baru

Berdasarkan UU no. 17/2003 Bab III tentang Penyusunan dan Penetapan APBN pasal 11 ayat (5) dinyatakan bahwa: “Belanja negara dirinci menurut organisasi, fungsi dan jenis belanja”. Dan sesuai pasal 15 ayat (5) dinyatakan bahwa: APBN yang disetujui oleh DPR terinci sampai dengan Unit Organisasi, Fungsi, Program, Kegiatan dan Jenis Belanja.

1. Klasifikasi Organisasi

Berdasarkan penjelasan pasal 11 ayat (5) UU No. 17/2003, disebutkan bahwa rincian belanja Negara menurut organisasi disesuaikan dengan susunan Kementrian Negara/ Lembaga pemerintahan pusat yang disebut Bagian Anggaran (BA), terdiri dari 58 Kementrian Negara/ Lembaga. (Lampiran A). Dalam masing-masing kementrian Negara/lembaga dibagi dalam eselon I yang bertanggung jawab terhadap suatu pelaksanaan suatu program, unit eselon II dan unit eselon III yang bertanggung jawab terhadap suatu pelaksanaan kegiatan pendukung program.

Pelaksanaan, monitoring dan pelaporan anggaran akan terjadi suatu sinergi yang positif apabila ada sinkronisasi antara struktur program dan kegiatan dengan struktur organisasinya. Tanggung jawab dan kewenangan akan lebih jelas bagi para manajer apabila dalam suatu unit organisasi walaupun tetap akan ada sedikit kesulitan apabila program dimaksud dilaksanakan secara lintas unit organisasi dan lintas kementrian Negara/ lembaga. Bagian Anggaran merupakan klasifikasi anggaran berdasarkan organisasi antara lai menurut kementrian/ lembaga.

2. Klasifikasi Fungsional

Fungsi adalah perwujudan tugas kepemerintahan di bidang tertentu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional. Penerapan klasifikasi fungsional mendukung performance-based budgeting dengan memberikan evaluasi kinerjanya. Tidak seperti klasifikasi sektoral yang cenderung mengalokasikan kepada sector tertentu, klasifikasi fungsional lebih menekankan fungsi yang dilakukan pemerintah sehingga stakeholder dapat mengukur tingkat keberhasilan pemerintah. Klasifikasi fungsi dan subfungsi hanya akan digunakan sebagai alat analisis, sedangkan anggaran pengeluarannya disiapkan berdasarkan program-program yang telah diajukan oleh tiap Kementrian Negara/ Lembaga.

Seperti disebutkan di atas, penerapan klasifikasi fungsi oleh pemerintah mengacu pada GFS yang diperkenalkan oleh IMF seperti yang disebutkan dalam manual GFS dimana fungsi pemerintahan di breakdown ke dalam 10 fungsi (COFOG). Namun dalam pelaksanaan di Indonesia, pemerintah hanya mengadopsinya menjadi 11 fungsi dan 79 subfungsi, (lihat lampiran B). Fungsi-fungsi tersebut antara lain: pelayanan umum, pertahanan, ketertiban dan keamanan, ekonomi, lingkungan hidup, perumahan dan fasilitas umum, kesehatan, pariwisata, budaya agama, pendidikan, dan perlindungan sosial.

3. Klasifikasi Ekonomi

Dalam klasifikasi ekonomi ini, belanja pemerintah dibagi berdasarkan jenis-jenis pengeluaran yang berbeda seperti APBN sebelumnya. Di dalam APBN yang baru, belanja rincian belanja dibagi ke dalam 8 (delapan) kategori, yaitu:

1

Belanja Pegawai

Merupakan kompensasi dalam bentuk uang maupun barang yang diberikan kepada pegawai pemerintah yang bertugas di dalam maupun di luar negeri sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan. Dikecualikan untuk pekerjaan yang berkaitan denan pembentukan modal. Belanja ini antara lain digunakan untuk gaji dan tunjangan, honorarium, vakasi, lembur dan kontribusi social

2

Belanja Barang

Pembelian barang atau jasa yang habis dipakai untuk memproduksi barang dan jasa yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan. Belanja ini antara lain digunakan untuk pengadaan barang dan jasa, pemeliharaan dan perjalanan.

3

Belanja Modal

Pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal. Dalam belanja ini termasuk untuk tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jaringan, maupun dalam bentuk fisik lainnya, seperti buku, binatang, dan lainnya.

4

Beban Bunga

Pembayaran yang dilakukan atas kewajiban pembangunan pokok utang (principal outstanding), baik utang dalam negeri maupun utang luar negeri yang dihitung berdasarkan posisi pinjaman.

5

Subsidi

Alokasi anggaran yang diberikan kepada perusahaan/ lembaga yang memproduksi, menjual, mengekspor atau mengimpor barang dan jasa untuk memenuhi hajat hidup orang banyak sedemikian rupa sehingga harga jualnya dapat terjangkau oleh masyarakat. Belanja ini antara lain digunakan untuk penyaluran subsidi kepada perusahaan Negara dan perusahaan swasta.

6

Bantuan Sosial

Transfer uang atau barang yang diberikan kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko social. Bantuan social ini dapat dibeerikan langsung kepada anggota masyarakat atau lembaga kemasyarakatan.

7

Hibah

Transfer dana yang sifatnya tidak wajib kepada Negara lain atau kepada organisasi internasional.

8

Belanja Lain-lain

Pengeluaran/ belanja pemerintah pusat yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam jenis belanja pada butir 1 sampai denan butir 7 di atas.

Selain itu, belanja-belanja tersebut juga dibagi menjadi 174 program yang dikelompokkan dalam 10 jenis program, misalnya: Pelayanan umum pemerintah, Pertahanan, Hukum dan Pengelolaan Pusat, Agama, Pariwisata dan budaya, Sumber daya manusia, ekonomi, pembangunan daerah, infrastruktur dan konservasi sumberdaya alam. Pendapatan Negara dibagi antara pendapatan dalam negeri dan hibah, dan Belanja terdiri dari Belanja Pusat dan Belanja Daerah.


Pola Makan dan Minum Yang Baik

November 8, 2008

POLA MAKAN.
Makanan adalah salah satu unsur terpenting bagi pembentukan energi dalam tubuh, sehingga pola makan harus kita atur sedemikian rupa agar energy yang dihasilkan menjadi lebih besar dan bermanfaat untuk kesehatan serta memiliki kekuatan penyembuh terhadap diri sendiri (Autoteraphy ).
 
Pola makan yang baik diatur sebagai berikut :
1.   Makan pagi yang banyak seperti selama ini kita makan siang atau makan malam.
2.   Makan siang secukupnya, tidak sebanyak makan pagi.
3.   Makan malam sesedikit mungkin dan kalau bisa hindarkan nasi, ganti dengan sayuran atau buah ?buahan ( salad )
Dengan pola makan seperti tersebut diatas maka kita akan memperoleh keuntungan sebagai berikut :
 
1.   Sepanjang pagi, siang dan sore hari kita akan beraktifitas dengan energi yang besar sehingga kita tidak akan mudah merasa lelah  dan tidak mudah terserang oleh suatu penyakit.
2.   Malam hari disaat tubuh kita istirahat, kerja lambung tidak berat karena jumlah makanan yang ada sedikit sehingga proses recovery ( perbaikan kondisi organ tubuh ) akan berjalan dengan lebih sempurna.
 
POLA MINUM
 
Pada dasarnya 70% dari berat badan kita adalah air yang berfungsi sebagai pengantar zat ?zat yang berguna keseluruh tubuh kita, kekurangan air (dehidrasi) akan sangat berbahaya dan dapat merusak organ tubuh kita.
Air berfungsi juga sebagai media pembuangan racun dari dalam tubuh (berupa urine, keringat ) dimana melalui urine dan keringat kita, limbah dari tubuh dibuang.
Air yang sangat baik untuk kita minum adalah Air biasa yang telah kita rebus ( bukan air es dan bukan pula air panas ), dengan pola minum yang terbaik adalah sebagai berikut :
1.   Pagi sesaat kita bangun tidur, sebelum kita kekamar mandi minum 2 gelas besar.
2.   Sesaat setelah kita sarapan pagi minum 1 gelas kecil.
3.   Siang 1 - 2 jam sebelum kita makan  minum 2 gelas besar.
4.   Siang sesaat setelah kita makan minum 1 gelas kecil.
5.   Sore 1 - 2 jam sebelum kita makan malam minum 2 gelas besar.
6.   Malam sesaat setelah makan minum 1 gelas kecil
7.   Sebelum kita tidur minum 2 gelas besar
 
Latihan Bio Energy Power disertai pola makan dan minum seperti  tersebut diatas akan membuat anda tidak akan mudah merasa lelah, tidak mudah sakit dan bahkan sembuh dari sakit yang sedang diderita.
Pola makan & minum seperti tersebut diatas bagi sebagaian orang  pada awalnya akan terasa menyiksa ( pagi mencret,tidur malam terganggu karena buang air kecil ) tapi percayalah gangguan tersebut tidak akan lebih dari seminggu dan selanjutnya anda akan terkejut atas KESEMPURNAAN KITA sebagai mahluk ciptaan TUHAN.

Manajemen Kas Perusahaan (Bagian 1)

November 7, 2008

images1Manajemen Kas (Cash Management) adalah suatu kumpulan kegiatan perencanaan, perkiraan, pengumpulan, pengeluaran dan investasi kas dari suatu perusahaan agar dapat beroperasi dengan lancar. Tanpa manajemen kas yang baik sebuah perusahaan bisa mengalami kebangkrutan karena kekurangan kas, walaupun ia menghasilkan profit.

Mengapa Manajemen Kas sangat penting??

Karena situasi bisnis banyak memiliki ketidakpastian membutuhkan pengelolaan kas yang baik. Perencanaan kas yang baik akan dapat mengidentifikasi potensi krisis kas sebelum itu terjadi. Ketika anda sudah berada dalam kesulitan kas, maka sudah sangat terlambat bagi perusahaan untuk memikirkan manajemen kasnya.

Bagaimana Kas Manajemen yang baik itu??

Sebenarnya sangat sederhana, yaitu:

  • mengetahui sumber terbaik untuk mendapatkan kebutuhan kas tambahan
  • Persiapkan perusahaan anda dengan baik apabila kebutuhan sangat mendesak terjadi dengan menjaga hubungan yang baik dengan bank dan kreditur lainnya
  • Mengetahui kapan, dimana, dan bagaimana kebutuhan kas perusahaan anda

Dasar-Dasar Kas Manajemen

Pada saat kondisi kas perusahaan sedang baik:

  • Siapkan operating dan capital budget
  • Siapkan dan pantau terus perkiraan arus kas
  • dapatkan line credit untuk persiapan kekurangan kas
  • SIapkan cadangan operasional
  • Investasikan Kas yang tersedia dalam jangka waktu pendek

Pada saat kondisi kas perusahaan sedang sulit:

  • buat skala prioritas dalam pembayaran vendor
  • renegosisasi term pembayaran dengan vendor
  • gunakan lease/sewa untuk pembelian fixed asset
  • tunda pembelian barang yang tidak perlu
  • jangan secara drastis mengurangi karyawan

Tujuan dan Keputusan Manajemen Kas

Pada dasarnya, adanya manajemen kas bertujuan untuk mempertimbangkan risiko dana imbal hasil agar terjadi keseimbangan antara memiliki terlalu banyak atau sedikit kas. Jika terlalu sedikit kas yang diinvestasikan, maka mengurangi kesempatan untuk memperoleh imbal hasil yang lebih mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang. Namun jika terlalu banyak kas yang diinvestasikan, maka akan terjadi cash insolvency.

Kas yang cukup akan meningkatkan kemampuan perusahaan memenuhi segala pengeluaran yang dibutuhkan. Kas yang cukup artinya cadangan kas dipelihara pada titik minimum sehingga tidak terlalu banyak cash yang idle dan justru bisa mendatangkan potensi keuntungan jika diinvestasikan pada instrumen investasi.

Keputusan dari adanya manajemen kas adalah:

  • Bagaimana caranya menigkatkan penagihan kas dan memperlambat pengeluaran kas?
  • Bagaimana seharusnya komposisi portofolio dari surat berharga yang mudah diperjualbelikan?
  • Bagaimana caranya melakukan investasi pada aset-aset likuid dipisahkan antara memiliki uang tunai dan surat berharga yang mudah diperjualbelikan?

Lima Prinsip Manajemen Kas

  1. Meningkatkan penagihan piutang
  2. Menurunkan Inventory
  3. Menunda pembayaran hutang
  4. Merencanakan pengeluaran yang besar
  5. Menginvestasikan Idle Cash

Mengetahui Arus Kas (Cash Flow)

Arus kas bis positif atau negatif. Jika positif, maka itu adalah pertanda yang baik bagi kesehatan keuangan perusahaan, dan sebaliknya jika arus kas negatif maka perusahaan harus segera mewaspadai kondisi keuangannya. Banyak penyebab mengapa arus bisa negatif, diantaranya banyak inventory yang sudah obsolete/ aus dam buruknya collection atas piutnag perusahaan. Jika perusahaan tidak dapat menghasilkan tambahan pinjaman kas pada titik ini maka perusahaan dalam bahaya keuangan!

Langkah Perbaikan Manajemen Kas

Ada beberapa langkah perbaikan arus kas perusahaan yang bisa diterapkan, yaitu:

  1. Mulailah dengan memaksimalkan arus kas dengan cara memastikan bahwa proses penagihan dan pembayaran beroperasi seefisien mungkin
  2. Pastikan arus kas masuk secepat mungkin ke dalam perusahaan
  3. Tahan pembayaran selama mungkin selam tidak menimbulkan biaya bagi perusahaan
  4. Buat prediksi seakurat mungkin mengenai kebutuhan kas perusahaan
  5. setelah itu susun kembali portofolio anda dengan tetap memperhatikan tingkat risiko yang ada

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.